Selamat Datang di website RSPAU dr.S.HARDJOLUKITO

Jam Buka : Senin sampai sabtu - 8:00 - 16:00 Contact : (0274) 444702

MAMOGRAFI, APA ITU MAMOGRAFI DAN MANFAATNYA UNTUK TUBUH KITA



Mammografi merupakan suatu pemeriksaan X-Ray khusus untuk menilai jaringan payudara seseorang, proses pemeriksaan payudara menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7mSv). Mammografi digunakan untuk melihat beberapatipe tumor dan kista.

Selain mammografi, pemeriksaan payudara sendiri bias dilakukan dengan meraba di bagian payudara yang di curigai ada benjolan dan pemeriksaan oleh dokter secara teratur merupakan cara yang efekti funtuk menjaga kesehatan payudara. Beberapa Negara telah menyarankan mammografi rutin (1-5 tahunsekali) bagi perempuan yang telah melewati paruh baya sebagai metode screening untuk mendiagnosa kanker payudara sedini mungkin.

Gambar.Digital mammografi, Pesawat Mammografi yang dipakai di RSPAU dr. S. Hardjolukito.

 

Apakah Mammografi aman untuk dilakukan ?

Dengan peralatan yang modern, jumlah radiasi yang dihantar kanker payudara pasien cukup rendah karena penekanan hanya dilakukan beberapa detik saja untuk setiap posisi.  Penekanan yang dilakukan selama pemeriksaan mammografi dapat membantu mengurangi paparan radiasi terhadap pasien. Sejauh ini, penekanan payudara selama pemeriksaan mammografi tidak terbukti merusak jaringan payudara atau menyebabkan penyebaran kanker payudara.        

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemukan di antara wanita, sekitar 1,3 juta kasus baru setiap tahunnya dengan angka kematian sebesar 458.000 pada tahun 2008. Di Negara- negara maju sejalan dengan perkembangan metode diagnosis serta kesadaran untuk memeriksakan diri terkait kanker payudara, angka kematiannya berkurang sebesar 2,2% per tahun. Angka kematian akan semakin berkuran gdengan semakin dininya deteksi terhadap kanker tersebut. Pertanyaan yang muncul pada saat ini adalah: apakah cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara?

Sebelum kita membicarakan cara deteksi kanker payudara, ada baiknya kita memahami lebih dulu apa itu kanker payudara.

Kanker payudara

Payudara merupakan organ pada tubuh manusia yang terdiri dari susunan jaringan lemak, kelenjar susu, serta saluran kelenjar. Masing-masing payudara memiliki jaringan pembuluh darah serta pembuluh getah bening. Pembuluh getah bening akan menyalurkan cairan limfe ke kelenjar getah bening. Fungsinya untuk melawan infeksi. Kelenjar getah bening yang terkait dengan payudara terletak pada ketiak, di atas tulang selangka, serta di dada.

Gambar :hasil Mammografi

Kanker payudara adalah penyakit di mana sel-sel penyusun payudara ini berubah menjadi ganas, tumbuh tidak terkendali, serta merusak jaringan dan organ di sekitarnya. Pertumbuhan sel- sel ganas ini ditandai dengan adanya pembentukan tumor di payudara (benjolan tidak normal), pembesaran kelenjar getahbening, perubahan bentuk dan warna kulit payudara, rasa nyeri pada payudara, serta luka yang lama sembuhnya.

Apa cara terbaik untuk mendeteksi kanker payudara?

Sekarang ini dikenal beberapa teknik deteksi kanker payudara. Cara yang paling sederhana adalah pemeriksaan sendiri (“sadari”: periksa payudara sendiri), baik secara pribadi maupun dilakukan oleh suami. Caranya:

  1. Periksa payudara secara merata, dimulai dengan memperhatikan perubahan-perubahan yang tampak.
  2. Raba dan pijat payudara, mulai dari sisi atas kemudian melingkari payudara. Apabila ada temuan berupa benjolan yang sebelumnya tidak ada, perubahan pada kulit payudara, adanya luka, perubahan bentuk atau cairan yang tidak normal pada putting susu, segera konsultasikan ke dokter.

Di antara sekian banyak metode diagnosis, Mammografi masih menjadi pilihan utama untuk diagnosis kanker payudara.

Mammografi ini merupakan pemeriksaan secara radiologis. Pada beberapa orang pemeriksaan ini mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, karena payudara akan ditekan dari sisi atas dan bawah kemudian barulah payudara difoto dengan sinar-X. Pada wanita di bawah usia 40 tahun sebaiknya dilakukan USG dahulu baru diperkuat dengan Mammografi. Adapun wanita berusia di atas 50 tahun, disarankan melaksanakan pemeriksaan dengan Mammografi minimal sekali dalam dua tahun.

USG merupakan pemeriksaan yang bersifat non-invasif dan dapat dilaksanakan pada wanita usia muda. Pemeriksaan USG saja tanpa Mammografi tidak direkomendasikan untuk deteksi kanker payudara karena angka spesifitas dan sensitivitasnya yang kecil. Namun apabila keduanya digabungkan,  nilai diagnostik terhadap kanker payudara dapat ditingkatkan. Beberapa pemeriksaan lain yang tersedia sebaiknya dikerjakan sebagai pemeriksaan tambahan terhadap Mammografi, mengingat efektivitas dan biaya yang dikeluarkan untuk tujuan deteksi dini terhadap kanker payudara ini.

Persiapan dan hal penting untuk diketahui pada hari pemeriksaan Mammografi

  • hasil yang maksimal dan mengurangi rasa sakit pada payudara, pemeriksaan sebaiknya dilakukan diantara waktu 1 (satu) minggu sesudah bersih haid sampai dengan 1 (satu) minggu sebelum haid Anda dibulan berikutnya.
  • untuk tidak memakai bedak, krim badan atau deodorant pada payudara, dada daerah lengan bawah (termasuk ketiak).Hal ini dapat mengganggu hasil mammografi.
  • untuk tidak menggunakan baju terusan (pakailah atasan dan bawahan yang terpisah) agar lebih memudahkan pasien saat pemeriksaan.
  • membawa serta hasil Mammografi & USG Mammae terdahulu jika tersedia, untuk tujuan perbandingan.
  • kenyamanan Anda, sebaiknya buatlah perjanjian terlebih dahulu dengan bagian radiologi.

OLEH KAPTEN KES DWI WIDA HUDYASARI, Amd.Rad