Selamat Datang di website RSPAU dr.S.HARDJOLUKITO

Jam Buka : Senin sampai sabtu - 8:00 - 16:00 Contact : (0274) 444702

PELATIHAN ADVANCED TRAUMA LIFE SUPPORT (ATLS) UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PERSONEL KESEHATAN



RSPAU dr. S. Hardjolukito kembali melaksanakan pelatihan Advanced Trauma Life Support. Kegiatan yang sebagian diikuti oleh dokter dari jajaran Diskesau tersebut berlangsung selama tiga hari dimulai dari 27 Juli hingga 29 Juli 2018. Pelatihan ini semacam review praktis yang bertujuan agar peserta (khusus dokter) dapat melakukan diagnose secara tepat dan akurat terhadap pasien trauma, dapat mengerjakan pertolongan secara benar dan sistematis serta mampu menstabilkan pasien untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Sertifikat course ATLS saat ini semakin dicari karena sebagian besar klinik atau rumah sakit dan instansi layanan kesehatan menetapkannya sebagai salah satu syarat untuk mempekerjakan seorang dokter. Dari Depkes pun telah menetapkan sertifikasi pelatihan ini sebagai standard dalam penilain akreditasi rumah sakit.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Kadiskesau Marsma TNI dr. Didik Kestito, Sp.U.,M.M.R.S yang diwakili oleh Ka RSPAU Marsma TNI DR. dr. Isdwiranto I,MSc.,Sp.BS(K).,Sp.KP. dalam sambutannya beliau berpesan salah satunya agar para peserta mempergunakan kesempatan mengikuti pelatihan ini dengan sebaik- baiknya, untuk meningkatkan kemampuan serta memperoleh kompetensi sesuai tuntutan profesi bidang tugas kesehatan serta aplikasikan dengan baik dan benar di satuan tugas masing- masing.

Para peserta pelatihan ATLS mendapatkan materi diantaranya, kuliah interaktif, demontrasi, group diskusi, latihan ketrampilan langsung termasuk menggunakan binatang percobaan,  simulasi dan ujian baik tertulis maupun praktek. Dijarkan lebih dari 10 materi kasus ke-emergency-an namun kesemuanya memiliki prinsip penanganan yang sama. Memang sangat melelahkan, dimulai sejak pagi, jam 7 sampai selesainya bisa hingga jam 8 malam. Goal besar penyelenggaraan kursus ini, nantinya para peserta diharapkan dapat berperan menolong para korban kecelakaan agar terhindar dari kematian atau mengurangi angka kematian akibat trauma. Perlu diingat, secara global kasus trauma masih merupakan pembunuh manusia terbanyak.